Mengenal lebih dekat tentang mentality dan pola pikir founder
Maret 24, 2023Selamat datang, pada artikel kali ini kita membahas apa itu founder, Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, founder ialah pendiri. Itu artinya, founder merupakan pendiri bisnis. Dialah sosok yang merintis usaha dari awal sebelum tim lain terbentuk dan semakin berkembang.
Kiprah seorang pendiri berawal dari penemuan mereka terhadap ide bisnis. Tentu saja, tanggungjawab pendiri sangatlah besar bagi sebuah bisnis. Sebab di awal mula pendirian bisnis, mereka harus bisa mengelola semuanya.
Seorang pendiri bisnis bisa saja hanya terdiri dari satu individu, akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga terdiri dari beberapa orang dengan satu tujuan bersama
Seperti Apa Mental Seorang Founder Itu?
Founder’s Mentality – Pernahkah kamu melihat berbagai event seru dengan menghadirkan narasumber hebat seperti seorang founder (pendiri)? Ketika kamu melihat status jabatan orang tersebut sebagai founder, apa yang terpikirkan di benak pikiran kamu?
Pastinya kamu mengira jika menjadi founder itu adalah orang sukses, orang yang mulai terkenal, atau bisa saja kamu mempersepsikan bahwa founder itu pemilik perusahaan. Tentu kamu melihat founder sebagai orang yang hebat. Tapi tahukah kamu jika di balik status seorang founder, rupanya ada banyak usaha dan kerja keras untuk bisa sampai di posisi tersebut.
Banyak anak-anak muda yang berminat ingin menjadi founder, namun ternyata menjadi seorang pendiri, baik dalam hal organisasi, komunitas, maupun perusahaan, bukan hal yang mudah. Kamu harus bersiap dengan berbagai rintangan yang bisa menjatuhkan perjuanganmu.
Perlu effort, proses, dan perjuangan yang panjang demi menghasilkan apa yang kamu inginkan. Tetapi, sebagian besar anak-anak muda mengharapkan proses yang cepat, alhasil banyak diantara mereka menyerah terlebih dahulu.
Di sinilah mental seorang pendiri sangat dibutuhkan. Bisa dikatakan founder itu seperti “terbentur, terbentur, terbentuk”, semakin banyak kamu berhadapan dengan tantangan, semakin bertambah pula konsep berpikir dalam menyelesaikannya. Kamu mulai terbiasa menghadapi berbagai masalah dalam setiap menjalani usaha.
Apa itu Founder’s Mentality?
Mentalitas pendiri atau founder’s mentality adalah karakteristik berupa sikap dan perilaku yang bisa mempengaruhi pola berpikir seorang pendiri usaha agar dapat mempertahankan kelompok dalam mencapai tujuan bersama.
Apabila kamu siap menjadi founder, yuk simak penjelasan di bawah ini mengenai mental seperti apa yang perlu dibutuhkan agar bisa memimpin organisasi, komunitas, ataupun perusahaan.
5 Kiat Menjadi Founder’s Mentality
1. Tahan Banting dengan Segala Tekanan dan Rintangan
Tidak ada yang mudah layaknya membalik telapak tangan, itulah ungkapan yang tepat jika kamu ingin menjadi seorang founder. Ketika masih berada di tahap awal, akan ada banyak orang yang meremehkan ide yang kamu buat.
Bahkan saat kamu sudah setengah jalan melaluinya, banyak rintangan dan tekanan yang mulai berdatangan untuk siap menguji mental kamu. Namun kamu jangan terlalu menjadikan seperti beban, nikmati saja setiap prosesnya. Kamu harus kuat untuk tahan banting menghadapi gangguan yang bisa mengurungkan niatmu menjadi founder.
2. Punya Mindset Problem Solver
Ketika kamu mendirikan suatu organisasi, komunitas, atau perusahaan, kamu tidak akan lepas dari masalah. Itu merupakan hal yang wajar, karena tujuan kamu untuk menjadi founder adalah menciptakan inovasi baru untuk mengatasi masalah tersebut.
Kamu harus memiliki pemecahan masalah secara konkrit agar bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Problem solving itu bisa kamu dapatkan ketika berpikir sendiri atau diskusi bersama dengan tim supaya mendapatkan ragam temuan atau ide menarik lainnya.
3. Memiliki Pendirian dan Prinsip yang Kuat
Mendirikan project tertentu dalam ruang lingkup organisasi, komunitas, maupun perusahaan, kamu harus mempunyai pendirian dan prinsip yang kuat. Hal ini supaya kamu tidak mudah goyah saat kehilangan arah tujuan. Keadaan akan berubah dengan cepat, di sini peran kamu sebagai founder sangat diuji.
Apakah kamu dapat mempertahankan visi dan misi dari awal, atau justru akan berubah dan hilang pendirian. Jika kamu menguatkan dan berpegang teguh sesuai prinsip di awal, pendirian kamu juga semakin kuat. Sehingga kamu tidak mudah kehilangan tujuan untuk mengembangkan berbagai project.
4. Mampu Membangkitkan Semangat Tim di Tengah Masalah
Setiap masalah memiliki tingkat kerumitan, untuk bisa menyelesaikannya kamu tidak hanya sendiri, ada tim yang siap bekerja bersama. Tapi apa jadinya jika masalah itu mempunyai tingkat kerumitan yang tinggi?
Mungkin beberapa anggota tim kamu sudah ada yang “lepas tangan” terlebih dahulu dan menyerahkan kepada rekan lainnya. Itu saja baru beberapa anggota, bagaimana jika seluruh anggota menyerah?
Kamu sebagai founder bukan cuma duduk enak menerima hasilnya saja. Teruslah berperan aktif selama meeting dan selalu memberikan mereka semangat atau reward atas berbagai usaha yang diberikan dari tim. Hal ini demi membangkitkan semangat tim yang mulai berkurang.
5. Tidak Mudah Menyerah Saat Mendapat “Pain”
“Pain” menjadi seorang founder pasti selalu ada, cepat atau lambat kamu pasti akan merasakannya. Selama ini banyak orang menganggap jadi founder itu memiliki perjalanan hidup yang mulus.
Tapi kenyataannya tidak demikian, ada banyak kegagalan yang mulai kamu temukan. Tapi ketika kamu menemukan kegagalan tersebut, jangan langsung menghindarinya. Karena dengan begitu tidak bisa terselesaikan.
Kamu harus tetap berjuang dan tidak pantang menyerah. “Pain” berupa kegagalan yang kamu alami akan jadi pengalaman, kamu akan belajar dari pengalaman itu. Suatu hari nanti kamu mulai terbiasa untuk memecahkan masalah dengan berbagai ide luar biasa kalau mendapatkan masalah yang bisa menggagalkan usahamu.
Itulah 5 kiat founder’s mentality untuk kamu yang mau menjadi seorang pendiri (founder). Karena bukan sebatas mengubah status pada diri sendiri, melainkan terdapat tanggung jawab yang semakin besar ketika kamu memegang posisi sebagai founder. Karakteristik berupa sikap dan perilaku kamu akan menentukan kualitas pola pikir dalam memecahkan masalah.
Selanjutnya menjadi seorang Founder sebuah startup, Anda wajib memiliki mindset atau pola pikir yang ideal untuk bisa menentukan arah dari model bisnis yang dijalankan. Visi dan misi, produk yang dikembangkan hingga proses peluncuran, semua harus dipikirkan secara seksama oleh Anda.
Terdapat 13 Pola Pikir untuk menjadi serorang founder sebagai berikut
Meminimalisir penyesalan
Pola pikir seperti ini artinya adalah pola pikir yang membantu Anda untuk memikirkan visi dan misi startup yang akan Anda buat dalam waktu kedepan. Hal ini tentunya akan sangat membantu bagi Anda calon pendiri startup yang masih bekerja di perusahaan namun memiliki ide brilian dan tidak sabar untuk meluncurkan perusahaan rintisan sendiri.
Kisah sukses yang bisa diambil adalah Jeff Bezos, pendiri Amazon. Di awal kariernya Jeff Bezos, yang sempat bekerja di perusahaan lain, memutuskan untuk berhenti bekerja dan mengembangkan startup yang kemudian terbukti sukses hingga saat ini yaitu Amazon.
Ide dan model bisnis yang tidak jelas
Sebagai seorang Founder Anda bertanggung jawab untuk menentukan langkah, strategi, dan ide seperti apa yang ingin dikembangkan di startup milik Anda. Jangan terjebak dengan ide-ide dan impian yang terlalu banyak yang pada akhirnya membuat Anda tersesat, kehilangan fokus, dan kendali.
Keraguan
Dalam menjalankan bisnis seorang Founder baiknya bisa melihat peluang serta potensi yang ada berdasarkan produk yang dikembangkan. Hal ini penting dilakukan agar startup bisa terus melakukan inovasi dan terhindar dari kesempatan serta peluang untuk melancarkan strategi atau memanfaatkan peluang yang ada.
Pekerjaan harus selesai
Produk yang telah selesai dengan sempurna adalah produk yang pada akhirnya dipilih dan digunakan oleh konsumen. Untuk itu, menjadi penting bagi seorang Founder bertanggung jawab untuk memonitor semua proses dari awal hingga akhir sebelum produk diluncurkan kepada publik. Dengan demikian Anda bisa mengembangkan produk yang disukai oleh konsumen dengan akurat.
Minimum Viable Product
Definisi yang cukup dikenal tentang MVP (Minimum Viable Product) adalah sebuah konsep product dengan fitur minimum yang dilempar ke market untuk pengujian pasar. Dengan demikian MVP memberikan Anda peluang lebih untuk mengembangkan ide, menambah fitur seiring berjalannya waktu. Yang perlu diperhatikan adalah MVP bukanlah sebuah produk namun merupakan proses yang harus dilalui.
Konfirmasi yang bias
Pola pikir berikut ini biasanya banyak dimiliki oleh Founder yang sangat yakin dengan produk yang dmiliki sehingga kerap menghiaraukan aspek negatif, error, atau kekurangan yang terdapat di dalam produk. Pemikiran seperti ini terkadang bisa menjadi sangat berisiko, terutama ketika Anda tengah melalui momen ide yang mulai tidak fokus.
Product Market Fit
Startup yang sukses adalah startup yang telah melakukan Product Market Fit dengan baik. Produk Market Fit akan menentukan kelanjutan bisni yang dijalankan, karena proses ini membuktikan produk yang Anda tawarkan kepada konsumen diminati dan dibutuhkan. Startup yang tidak berhasil melakukan Product Market Fit bisa berakhir dengan kegagalan.
Produk yang disukai
Memiliki produk yang dicintai oleh 100 orang jauh lebih berarti dibandingkan dengan memiliki produk yang disukai oleh jutaan orang. Mengapa demikian? ketika orang telah mencintai dan secara loyal menggunakan produk Anda, artinya produk Anda diterima dengan baik dan terbukti telah berfungsi dengan baik serta merubah gaya hidup mereka. Sementara jika Anda memiliki jutaan pengguna yang hanya 'suka' artinya produk Anda belum benar-benar dibutuhkan dan kemungkinan besar akan ditinggalkan.
AARRR
AARRR adalah kepanjangan dari Acquisition, Activation, Retention, Referral, Revenue, sebuah proses atau kerangka perputaran dari konsumen (customer lifecycle).
Network Effects
Network effects atau efek dari jaringan akan mempengaruhi seberapa besar nilai dan keuntungan yang dihasilkan dari produk Anda. Jaringan yang luas juga bisa membantu Anda mengembangkan produk yang lebih baik, cepat dan tentunya bermanfaat untuk bisnis.
Skalabilitas ekonomi
Skalabilitas ekonomi adalah ketika pengeluaran dari produk dan layanan Anda mulai berkurang sementara penghasilan dan volume pendapatan semakin bertambah jumlahnya. Perusahaan yang telah berhasil melakukan proses ini adalah Facebook, Amazon, Apple, dan Google.
Inovasi yang "mengganggu"
Inovasi yang mengganggu adalah ketika produk yang ditawarkan merupakan layanan yang sederhana, namun terbukti dibutuhkan dan dicintai oleh konsumen dan pada akhirnya "mengganggu" dan menggantikan layanan konvensional yang ada. Inovasi yang "mengganggu" ini telah dibuktikan dengan kehadiran dari Go-Jek, Uber, Grab, dan Airbnb.
Conjoined Triangles of Success
Conjoined triangles of success atau “CTS” merupakan gambaran atau skema yang baiknya dicermati oleh seorang Founder untuk bisa menjalankan bisnis dan mengerti lebih jauh tentang dunia startup. Meskipun skema ini diperkenalkan sebagai sebuah cerita komedi dalam serial televisi HBO Silicon Valley, model bisnis CTS bisa membuat Anda lebih fokus, memberikan kesempatan untuk beradaptasi, dan melakukan perubahan

0 komentar