Model Bisnis dan Model Pendapatan

Maret 18, 2022

Apa itu model bisnis?

Model bisnis merupakan salah satu komponen utama dalam sebuah bisnis. Hal ini perlu diketahui oleh seseorang yang hendak membuat bisnis baru, maupun ia yang akan berkecimpung di sebuah perusahaan. Memahami model bisnis berarti pula membuka jalan untuk mengetahui bagaimana merencanakan anggaran, identifikasi produk, dan juga membangun target pasar yang tepat. Model bisnis juga menjadi titik utama dalam sebuah proses usaha yang menentukan pasar konsumen yang akan dituju. Dengan model bisnis, suatu usaha akan menemukan jalur untuk bersaing.

Definisi model bisnis

Dalam makalah kerjanya yang diterbitkan Harvard Business School, Casadesus-Masanell dan Heilbron mendefinisikan model bisnis secara bertingkat. Pertama, mereka menggambarkan “bisnis” sebagai aktivitas manusia dalam pengaturan pasar yang kompetitif. Hal ini dicirikan oleh adanya pertukaran barang dan jasa dengan uang. Kata “bisnis” ini menurut Casadesus-Masanell dan Heilbron juga mengacu pada kumpulan orang yang nyata. Bisnis mencakup adanya keputusan, sumber daya, bangunan, produk, nilai, tindakan, dan hal-hal esensial lainnya. 

Secara utuh, Ramon Casadesus-Masanell dan John Heilbron mendefinisikan model bisnis sebagai proses penentuan yang diperlukan untuk menyampaikan penawaran dan membaginya secara luas ke dalam suatu kebijakan. Secara singkat, model bisnis adalah suatu struktur otoritas yang mampu membuat orang-orang untuk tunduk pada kesepakatan itu. Jika dilihat dari segi aspek, maka model bisnis dalam perusahaan memiliki dua aspek. Pertama, adalah konstitusi internal yang berupa kekuatan yang dimiliki perusahaan atas para pegawainya. Kekuatan ini yang nantinya dapat memberi perusahaan kemampuan untuk mengkoordinasikan para pegawai untuk kegiatan produktif.

Kedua, adalah aspek eksternal yang merupakan interaksi antara perusahaan dengan agen lain di pasar bebas. Berbeda dengan aspek internal, dalam aspek eksternal ini perusahaan tak memiliki kekuatan mutlak. Hal ini membuat perusahaan harus membeli atau menjual sumber daya dan produk semenarik mungkin untuk kepentingan pihak lain (klien/konsumen). 

Melalui pasar bebas, perusahaan akan mulai membangun otoritas untuk selanjutnya dapat menentukan pihak mana yang berinteraksi dengan perusahaan tersebut. Model bisnis secara langsung akan membuat batas-batas tertentu atas tatanan produksi dalam perusahaan dan pangsa pasarnya sendiri.

Manfaat model bisnis

Tiap usaha atau bisnis memiliki acuan tegas dalam menumbuhkan produktivitasnya. Tak cuma itu, setiap bisnis setidaknya memiliki satu model bisnis yang kuat untuk dapat terus bertahan dan bertumbuh dalam persaingan pasar.

Menurut David Ingram dari Chron model bisnis diperlukan untuk perencanaan usaha dalam mendapat keuntungan. Model bisnis juga dapat dikategorikan sebagai permodelan keuntungan untuk membantu dan memastikan perusahaan terus beroperasi. Selebihnya, model bisnis yang inovatif dan andal dalam bertahan akan menarik investor.


Manfaat model bisnis yang utama adalah dapat menentukan keunggulan yang kompetitif. Keuntungan ini menjadi signifikan karena model bisnis yang solid akan unggul dibanding perusahaan dengan model bisnis tak jelas. Penerapan model bisnis yang unik juga akan meningkatkan reputasi perusahaan di pasar.

Manfaat kedua dari model bisnis adalah lebih mudah membuat perencanaan untuk pertumbuhan. Sebuah perusahaan dapat bertahan ketika dapat mencapai titik ekuilibrium tiap bulannya. Meski begitu, perusahan juga harus bergantung pada pembiayaan utang untuk urusan ekspansi usaha. Model bisnis yang solid dan konsisten akan dapat membangun cadangan kas lewat investasi properti, peralatan, dan urusan penelitian serta pengembangan terbaru.

Setelah matangnya perencanaan yang bertumpu pada model bisnis, maka manfaat yang dapat diambil selanjutnya adalah keberlanjutan finansial. Model bisnis yang kuat dapat menjamin keberlanjutan finansial saat menghadapi fluktuasi ekonomi atau perubahan kondisi pasar. Hal ini disebabkan karena model bisnis yang kuat menuntut relevansi manajemen keuangan untuk mengikuti besaran keuntungan.

Keuntungan lain dari model bisnis adalah datangnya pemberi pinjaman atau investor, Bagi sebuah usaha yang hendak melakukan ekspansi atau mengembangkan inovasi produknya, peran investor menjadi amat penting. Investor akan datang dikarenakan perencanaan usaha, keuntungan, dan pengalaman dari sebuah usaha dengan model bisnis yang kuat.

Dari sisi persaingan pasar, model bisnis yang kuat akan secara signifikan dapat unggul dari perusahaan lain di industri serupa. Reputasi perusahaan yang baik di dunia pasar akan menciptakan konsumen dengan loyalitas tinggi. Kepercayaan konsumen yang tinggi ini nantinya akan menjadi pendorong berkembangnya produk di pasaran.


10 Tipe model bisnis

Model bisnis merupakan rencana menyeluruh yang dibuat perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari penjualan jasa atau produk. Secara khusus, model bisnis memberikan garis-garis besar rencana perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa dan memasarkannya. Sebagai rencana perusahaan, maka model bisnis akan mencakup anggaran serta gambaran keuntungan yang hendak dicapai. Di era teknologi yang semakin modern ini terdapat berbagai model bisnis berbeda, namun menurut Maryville University secara tradisional terdapat 4 tipe utama model bisnis. Keempat model bisnis itu adalah sebagai berikut.

1. Manufaktur

Model bisnis pertama adalah manufaktur. Bisa dikatakan, ini adalah model bisnis yang cukup tua. Sebabnya, model bisnis ini bertumpu pada penggunaan bahan baku untuk membuat produk baru dengan menambahkan nilai pada produk itu untuk kemudian dijual.

Model bisnis jenis ini melibatkan perakitan komponen, dan fabrikasi produk baru. Model bisnis manufaktur ini memiliki dua jenis pemasaran utama yaitu penjualan langsung dari perusahaan utama kepada konsumen dan kedua adalah melalui pelibatan alih daya atau business to business (B2B). Distribusi pemasaran jenis ini mudah ditemui dalam usaha otomotif seperti mobil dan motor.

2. Distributor

Model bisnis paling awal selanjutnya adalah distributor. Model bisnis ini memang bermula sebagai jembatan antara model bisnis manufaktur dengan konsumen. Perusahaan dengan model bisnis ini menjalankan bisnisnya dengan membeli produk langsung dari perusahaan manufaktur dan kemudian menjual kembali produk kepada konsumen.

Distributor secara garis besar adalah penengah antara produsen dan konsumen. Selain itu, distributor memiliki tantangan untuk menentukan harga demi mendapatkan keuntungan. Untuk menjalankan model bisnis ini, perusahaan distributor perlu memanfaatkan strategi promosi yang efektif untuk mengamankan kuatnya penjualan.

Persaingan pasar yang melibatkan para distributor membutuhkan analisis yang terus-menerus. Hal ini dipengaruhi adanya persaingan produk dan juga tolok ukur harga di pasaran.

3. Retail

Sebagai penyambung titik antara perusahaan manufaktur dan distributor, maka model bisnis retail berdiri untuk menyajikan produk langsung kepada konsumen. Model bisnis retail atau eceran umumnya bergerak pada persediaan produk melalui gerai-gerai atau toko-toko.

Perusahaan dengan model bisnis retail membeli produk langsung dari distributor atau grosir untuk kemudian menjualnya kepada publik. Model bisnis ini biasanya berupa toko, gerai minimarket, dan department store. Perusahaan retail umumnya memiliki rantai bisnis skala luas, baik tiap regional, nasional, hingga internasional.

Perusahaan retail biasanya memakai lokasi fisik untuk menawarkan produknya. Namun belakangan, perusahaan retail juga sudah memakai ranah daring sebagai lokasi pemasarannya. Contoh model bisnis jenis ini amat mudah dijumpai seperti Indomaret, Hero, Alfamart, Carrefour, Guardian, dan lain sebagainya.

4. Waralaba (Franchise)

Model bisnis waralaba sering dijumpai dengan nama atau merk yang sama di berbagai tempat (Sumber: Pexels)

Model bisnis tradisional yang terakhir adalah waralaba. Model bisnis jenis ini berdiri sesuai dengan layanan atau produk yang dijual. Model bisnis waralaba diadopsi oleh pembeli waralaba yang akan menjadi penerima waralaba. 

Para penerima waralaba yang telah membeli lisensi diharuskan mematuhi protokol bisnis yang telah disepakati. Hal ini membuat model bisnis ini acapkali tak fleksibel dikembangkan di berbagai wilayah. Meski begitu, model bisnis jenis ini amat mudah diadopsi karena investor tidak perlu repot memikirkan ide bisnisnya.

Beberapa contoh waralaba adalah gerai makanan cepat saji seperti McD dan KFC. Bahkan, kedua waralaba internasional ini akhirnya juga mengikuti permintaan pasar Indonesia yang menyajikan nasi sebagai menu pendamping. Hal-hal semacam ini umumnya terjadi di luar protokol dasar waralaba tetapi lantas disepakati untuk kepentingan pasar.

Dalam perkembangannya, tipe model bisnis semakin bertambah banyak. Hal ini terutama dipengaruhi oleh teknologi yang semakin memperluas jangkauan produk di pasaran. Dilansir Nerdwallet, berikut adalah 6 model bisnis baru yang berkaitan dengan teknologi.

5. Subscription (Berlangganan)

Model bisnis berlangganan kian menjamur seiring perkembangan teknologi (Sumber: Pexels)

Model bisnis subscription (berlangganan) diterapkan untuk bisnis berbasis daring. Model bisnis jenis ini diterapkan dengan cara pembayaran berulang setiap bulan dengan jangka waktu tertentu untuk dapat mengakses ke layanan atau produk. Perusahaan dengan model bisnis ini dapat mengirimkan produknya secara langsung lewat aplikasi. Contoh dari model bisnis jenis ini adalah Netflix, Spotify, dan berbagai usaha daring berbasis aplikasi yang menerapkan sistem langganan berbayar.

6. Crowdsourcing

Model bisnis crowdsourcing adalah usaha yang melibatkan penerimaan informasi atau pekerjaan dari banyak orang berbeda. Umumnya, model usaha ini berbasis pada internet atau media sosial. Jenis usaha dengan model bisnis ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan jaringan luas dan mengumpulkan bakat atau pengetahuan tanpa harus mempekerjakan karyawan.

Aplikasi-aplikasi yang bersifat real time seperti pelaporan lalu lintas, kecelakaan, dan lainnya bisa menjadi contoh dari model bisnis ini. Beberapa situs global seperti Wikipedia, IMDb, dan YouTube juga menggunakan model bisnis ini, meski di sisi lain YouTube juga memakai model bisnis beragam.

7. Marketplace

Model bisnis marketplace adalah penyediaan platform di mana para vendor dapat berkumpul untuk menjual produk atau layanan mereka kepada pelanggan yang telah melalui proses kurator. 

Peran perusahaan dengan model bisnis marketplace adalah mempertemukan atau menyatukan vendor dengan pelanggan yang tepat. Perusahaan dengan model bisnis ini umumnya menggunakan situs daring di dunia maya untuk menjadi pihak ketiga dengan menyediakan fitur jual-beli serta fasilitas transaksi yang aman. 

Model bisnis marketplace secara umum adalah usaha yang menyediakan diri sebagai perantara. Contoh dari model bisnis ini di Indonesia dapat ditemui pada perusahaan-perusahaan seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lain-lain.

8. Dropship

Model bisnis dropshipping dapat diartikan sebagai metode pemenuhan ritel di mana toko tidak menyimpan stok produk yang dijualnya. Proses dari usaha dengan model bisnis ini adalah sebuah toko menjual produk dengan membeli barang dari pihak ketiga lalu mengirimkannya langsung ke pelanggan.

Jika dipahami secara seksama, model bisnis jenis ini hampir sama dengan metode reselling. Sebab, keuntungan pemilik usaha dropshipping didapat dari selisih harga beli dari supplier dan harga jual ke konsumen. Bedanya hanyalah pada tidak adanya tempat untuk menampung barang yang dibeli oleh pelanggan. Keuntungan dari model bisnis ini adalah dapat dilakukan dengan modal dan risiko yang minimalis.

9. Data selling

Model bisnis dengan data selling atau penjualan data adalah bisnis penjualan data sebagai layanan. Hal ini akrab disebut dengan Data as Service, di mana pelanggan membayar untuk data apa yang mereka gunakan dengan komitmen terbatas dan penetapan harga variatif.

Model bisnis jenis ini dapat dilakukan dengan model berlangganan, sekali pakai, atau per kepala. Bisnis jenis ini dapat dilakukan dengan menjual data pada perusahaan tertentu yang memerlukan data sebagai potensi pasar. Data yang diambil dapat berasal dari yang ada di dunia maya sebagai basis data. 

10. Affiliate marketing

Model bisnis affiliate marketing adalah model bisnis yang dilakukan dengan pelibatan afiliasi untuk memperoleh komisi dengan promosi produk atau layanan oleh pengiklan. Model bisnis ini berbasis pada monetisasi di mana para mitra afiliasi akan diberi imbalan pembayaran karena memberikan hasil tertentu kepada pengiklan.

Jadi, seorang mitra afiliasi akan dibayar jika ada orang yang membeli produk yang telah ia promosikan melalui sebuah tautan (link) dalam beberapa situs daring. Model bisnis ini dapat dilakukan dengan adanya konten-konten promosi yang umumnya dilakukan dengan review. Pembuatan review yang semenarik mungkin akan menentukan capaian produk kepada konsumen.




Apa itu model pendapatan?

Revenue modeling atau model pendapatan adalah proses mendefinisikan bagaimana rencana bisnis untuk menghasilkan uang. Revenue modeling perusahaan mengidentifikasi produk atau layanan, mengapa itu berharga, bagaimana dapat menghasilkan pendapatan dan siapa yang dilayaninya.

Revenue modeling sering kali melibatkan penggabungan beberapa aliran pendapatan ke dalam pandangan sentral keuangan perusahaan. Ini menentukan strategi umum untuk menghasilkan uang dan membuat proyeksi pendapatan masa depan untuk menentukan kelangsungan keuangan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

Pentingkah modeling pendapatan dalam bisnis?

Revenue modeling memiliki dampak langsung pada keberhasilan bisnis dan prosesnya sehari-hari. Siapa pun yang memiliki masukan strategis dalam operasi perusahaan harus memahami model pendapatan dan dapat menjelaskannya kepada tim mereka untuk memandu upaya mereka.

Ini mengidentifikasi potensi berbagai sumber arus kas untuk tumbuh dari waktu ke waktu dan mendapatkan keuntungan yang meningkat untuk bisnis. Revenue modeling juga membantu menyelaraskan upaya pemasaran dengan karakteristik dan perilaku segmen pelanggan tertentu.

Jenis Revenue Modeling

Bisnis dapat menggabungkan beberapa aliran pendapatan yang berbeda untuk menghasilkan pendapatan. Pemodelan pendapatan yang diterapkan bisnis memengaruhi produk yang mereka tawarkan dan bagaimana mereka menghubungkannya dengan pelanggan.

Berikut adalah beberapa jenis pemodelan pendapatan yang dapat Anda gunakan untuk mendorong penjualan strategis dan pertumbuhan perusahaan:

1.Berlangganan atau subscription

Model berlangganan adalah ketika pelanggan membayar biaya berulang sebagai imbalan atas produk atau akses ke layanan. Model pendapatan berlangganan menarik bagi bisnis karena hadir dengan harapan pembaruan otomatis, meningkatkan pendapatan keseluruhan yang dibawa setiap pelanggan ke perusahaan dan mengembangkan sistem bawaan untuk loyalitas pelanggan.

Perusahaan menawarkan berbagai tingkatan pilihan berlangganan, memungkinkan pelanggan untuk mempersonalisasi pengalaman yang mereka butuhkan. Hal ini memungkinkan mereka untuk menggunakan model berlangganan untuk menangkap pelanggan pada kisaran titik harga.

2.Markup

Bisnis yang membeli inventaris mereka membebankan markup untuk mendapatkan keuntungan. Gerai ritel mengandalkan kemampuan untuk membebankan markup kepada pelanggan sebagai imbalan atas kenyamanan menawarkan berbagai produk.

Untuk menentukan jumlah markup selama revenue modeling, perusahaan dapat membebankan persentase dari nilai asli untuk mencerminkan margin keuntungan yang ingin mereka peroleh. Markup harus cukup untuk menutupi pengeluaran dan membayar karyawan bila dikombinasikan dengan aliran pendapatan lainnya.

3.Lisensi

Bisnis dapat memperoleh uang dengan melisensikan kekayaan intelektual mereka untuk bisnis lain untuk digunakan di perusahaan mereka. Lisensi dapat menjadi bagian penting dari model bisnis perusahaan, terutama jika mereka memiliki kekayaan intelektual seperti paten utilitas.

Beberapa perusahaan mungkin menjual versi produk mereka sendiri sementara juga melisensikan desainnya kepada perusahaan lain, yang kemudian membayar persentase dari pendapatan mereka kepada siapa pun yang memiliki merek dagang atau paten itu.

4.Periklanan

Jika Anda memiliki saluran yang mendapatkan banyak pengunjung seperti toko yang sibuk atau situs web, Anda dapat menggunakan iklan sebagai aliran pendapatan. Bisnis lain membayar Anda untuk menampilkan produk atau layanan mereka di etalase nyata atau digital Anda, memanfaatkan media yang Anda sediakan untuk mempromosikan konten mereka.

Model pendapatan ini umumnya dipasangkan dengan sumber pendapatan lain sebagai pelengkap aliran pendapatan utama, tetapi dapat menghasilkan sebagian besar pendapatan terutama untuk bisnis yang didorong oleh konten.

5.Donasi

Beberapa organisasi mengandalkan donasi sebagai bagian dari aliran pendapatan mereka. Ini populer di kalangan pembuat konten independen, organisasi nirlaba, dan perusahaan yang menyediakan barang sosial. Platform seperti Kickstarter dan Patreon memudahkan pelanggan untuk memberikan sumbangan ekstra untuk usaha kecil dan tujuan yang mereka dukung dan ingin danai.

6.Afiliasi

Aliran pendapatan afiliasi bekerja dengan mempromosikan produk perusahaan lain kepada audiens Anda dan mendapatkan komisi dari penjualan yang Anda arahkan ke pihak ketiga. Tidak seperti iklan, di mana perusahaan membayar Anda dengan tarif yang sama terlepas dari berapa banyak lalu lintas yang Anda kirim ke mereka, pendapatan afiliasi adalah potongan proporsional dari keuntungan berdasarkan pelanggan mana yang menggunakan tautan perusahaan Anda untuk membeli produk.

7.Arbitrase

Arbitrase adalah model pendapatan berbasis perdagangan yang melibatkan pembelian cepat produk dari satu pasar dengan harga rendah kemudian menjualnya dengan harga tinggi di pasar lain dengan permintaan yang lebih tinggi.

Tidak seperti revenue modeling markup, arbitrase dengan cepat menemukan tempat untuk membeli dan menjual alih-alih secara konsisten menawarkan rangkaian produk standar dengan harga yang konsisten.

8.Sewa atau leasing

Mengoperasikan layanan persewaan sebagai bagian dari bisnis Anda juga bisa menjadi aliran pendapatan yang kuat, terutama jika Anda memiliki akses ke aset fisik seperti peralatan khusus atau real estat.

Anda membebankan biaya kepada pelanggan sebagai imbalan atas penggunaan properti Anda selama jangka waktu tertentu, ditambah kemungkinan biaya pemeliharaan.

9.Penjualan langsung

Menggunakan metode pemasaran dan penjualan tatap muka sering kali merupakan bagian penting dari model pendapatan. Bisnis menyajikan atau mendemonstrasikan produk mereka langsung kepada pelanggan mereka di luar lingkungan ritel tradisional untuk mendapatkan keuntungan.

Revenue modeling penjualan langsung memberikan kontrol yang lebih menyeluruh terhadap siklus hidup produk dengan menghapus bisnis lain dari bertindak sebagai perantara saat memasok produk ke pelanggan.

10.Bayar per pengguna atau pay per user (PPU)

Revenue modeling bayar per pengguna atau PPU adalah strategi di mana pengguna hanya membayar untuk konten yang mereka gunakan, memilih dari layanan dan produk yang tersedia. Perusahaan mendapatkan uang setiap kali pelanggan perlu menggunakan layanan.

Ini berbeda dengan model berlangganan, yang menggabungkan layanan dengan asumsi penggunaan berkelanjutan selama beberapa periode pembelian. Model PPU juga dapat bekerja bersama pendapatan langganan, dengan pembelian sekali pakai tersedia selain paket bulanan yang didiskon.


KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas terkait model bisnis dan model pendapatan memeliki perbedaan sebagai berikut:
1. Model bisnis adalah rencana yang menggambarkan bagaimana perusahaan menghasilkan sesuatu yang berharga untuk dikirimkan kepada pelanggan, sedangkan model pendapatan berfokus pada bagaimana bisnis akan memperoleh keuntungan.

2. Model pendapatan umumnya merupakan bagian dari model bisnis yang lebih besar dan menghubungkan tujuan bisnis dengan perolehan laba. Model bisnis menjelaskan strategi perusahaan secara keseluruhan yang dapat Anda pertimbangkan saat membuat model pendapatan dan memutuskan ke mana harus mengejar pendapatan.

Informasi kunjungi

STIAMI

Kewirausahaan

You Might Also Like

0 komentar

Recent posts

Popular Posts

Template